Loading...

BPN MELAKUKAN PUTUSAN ASAL ASALAN KARNA DI SINYALIR BPN MAIN MATA



PONTIANAK LIBAS.86.CO.ID -
kalbar Kota Pontianak Hari Rabu Tanggal 21 Febuwari 2018.Jam 11.00 Wib. Tim Media Patner Grup Menerengkan langsun di ruang sidang pengadilan tata usah pontianak.

Sidang Gugatan PTUN yang ketiga kali nyaini, Antara M.Saleh Lengek Sebagi Pengugat dan Darwin Brajil beserta Badan Pertanahan Kabupaten Kuburaya hari ini, berlangsung tetapi kembali tidak hadir nya sodara Darwin Berajil yang kedua kali nya,hanya Badan Pertanahan Negara Kabupaten Kkr saja. Namun sangat lah di sayangkan jawaban BPN di depan ketua Hakim megatakan Sertifikat yang sudah terbit selama lima tahun tidak boleh di gugt lagi,pertanyaan kita apakah BPN sendiri memberi jawaban tersebut megacu dalam aturan per UU,dan UU tahun berapa di keluwarkan, pasal berapa, dan ayat berapa,terus siapa yang mengeluwarkan mentrinya siapa, peresiden jaman siapa waktu itu.""

Sedangkan dalam aturan apa bila ada kesalahan untuk membuktikan kebenaran siapa pun warga negara indonesia wajib mengugat apa pun bentuk nya degan menempuh jalur hukum. Kebebasan dalam megambil jalur hukum menuntut hak nya itu sudah jelas-jelas ada dalam aturan UU.
Sedangkan sodara Darwin Berajil sendiri tidak lah hadir hanya di wakili orang tua kandung nya dan kuasa hukum nya, Aneh nya lagi keteranggan orang tua kandung Darwin, tidak proaktif sebab kenapa demikian, Sodara YOSEF megatakan kepada Awak media kalaw anak nya tidak megetahuwi masalah ini, padahal dalam sengketa sudah jelas-jelas anak nya lah, yang sebagai tegugat dalam perkara ini.
Keluwarga M.Saleh Lengke sebagai pengugat yang mewakili jono saat di pinta keterangan megatakan kalaw jababan Badan Pertanahan Negara," Kabupate Kuburaya, degan Yosef orang tua nya darwin jelas-jelas banyak tanda tanya,sebab di sinyalir tidak akurat,tidak proaktif dan seprti nya asal memberikan jawaban.

Menurut jono darsono h.st yang juga tokoh muda pemerhati masyarakat perdalamn ini dan pengamat pembangunan ini,dan juga sebagi pimpinan Umu Media Patner Grup Pusat untuk Daerah Kalbar,Sebagi Kepala Wilayah Lsm Avokasi Rakyat Jaga (NKRI),dan Lembaga Konsultasi Hukum Indonesia (LKHI),seperti nya ada indikasi banyak, ketimpanggan, peyimpanggan dalam perkara ini,apa kah ini yang biasa disebut-sebut sebagi Oknum-Oknum Kelompok Mafia Tanah,yang biasa kita degae biasa kita tonton kita baca dimedia sosial dan cetak ungkap jono. 

Jono menambah kan kalaw memang ini ada indikasi oknum kelompok mafia tanah diri nya meminta kepada penegak hukum menindak oknum dan orang-orang ini sesuwai degan aturan yang berlaku dan UU, yang berlaku tampa ada interfensi siapa pun juga tegas jono.
Mia,yuda

No comments