Loading...

Salah satu Peraturan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) di Kabupaten Sumenep memicu konflik dan kegaduhan Masyarakat


Libas.86.co.id  -Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) yang di jadwalkan akan dilaksanakan di awal tahun 2018 di Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep menuai kontroversi dan menjadi konflik pada masyarakat.

Sebab peraturan yang di gunakan pada tahap verifikasi seleksi (balon) penetapan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) di Desa Guluk-Guluk tersebut adalah Peraturan Bupati (PERBUB) yang salah satu isi di dalamnya mengenai peraturan tambahan yang bunyinya adalalah "apa bila pendaftar calon tersebut melebihi 3 orang maka seleksi bakal calon tetap tersebut, menggunakan seleksi skoring" yang salah isinya adalah seleksi skor akademik, yang pada faktanya peraturan skor akademik tersebut telah memicu terjadinya kegaduhan dan telah memicu konflik pada masyarakat, kerena peraturan tersebut di anggap tidak logis serta di duga akan di jadikan peluang untuk berkonspirasi oleh oknum-oknum yang akan menguntungkan diri sendiri.

Maka oleh sebab itu, ratusan masyarakat Desa Guluk-Guluk mendatangi kantor panitia yang tujuannya agar peraturan tambahan tersebut ditiadakan serta ratusan masyarakat tersebut bertujuan agar bakal calon yang diinginkan semua masyarakat Guluk-Guluk (Mohammad Habibi) yang pada kesempatan waktu itu juga mendaftarkan diri sebagai calon PAW tersebut, langsung dijadikan Kepala Desa Antar Waktu tersebut. Karena sudah terbukti bahwa Mohammad Habibi tersebut adalah layak serta terbukti bahwa dirinya kemauan semua masyarakat. Senin (1/1/2018).

Dari salah satu tokoh pemuda Desa Guluk-Guluk yang juga salah satu simpatisan dari ratusan masyarakat yang datang waktu itu ( H. Holil) mengatakan bahwa dirinya dan semua masyarakat yang datang menginginkan agar peraturan tambahan seperti skor akademik tersebut  ditiadakan karena akan menuai konflik pada masyarakat serta dirinya dan semua masyarakat yang datang pada waktu itu, juga telah menjadi bukti dan membuktikan bahwa Mohammad Habibi adalah calon kepala desa kemauan semua masyarakat Guluk-Guluk.

"Saya dan semua masyarakat ini menginginkan agar Mohammad Habibi menjadi pimpinan Desa Guluk-Guluk ini, karena semua masyarakat yang datang atau tidak ke kantor panitia ini telah terbukti dan membuktikan bahwa Mohammad Habibi itu yang layak dan pantas serta harapan semua masyarakat Guluk-Guluk untuk menjadi pimpinan Desa ini tanpa harus ada pemilihan PAW". Ungkapnya.

"Harapan saya dan semua masyarakat ini agar dihapusnya PERBUB yang salah satu dilamnya berisi peraturan tambahan seperti skor akademik , karena peraturan tersebut dalam pemilihan apapun itu akan memicu konflik serta akan memicu kegaduhan pada masyarakat". Harapnya dengan tegas.

Salah satu anggota LSM JCW (Abdur Rahem, ST , MH) yang juga hadir ke kantor panitia PAW tersebut memberikan pernyataan bahwa dirinya menduga pihak panitia ada konspirasi dengan salah satu calon untuk tidak meloloskan Mohammad Habibi sebagai calon tetap pada Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) di Desa Guluk-Guluk tersebut, pasalnya Panitia hanya mengacu pada PERBUB dan telah mengasampingkan PERMENDAGRI yang merupakan peraturan baku.

"Saya menduga bahwa panitia tidak serius dan main dalam melakukan tugasnya serta saya menduga kalau panitia berkonspirasi dengan salah satu calon agar dengan adanya peraturan Penambahan melalui skor akademik itu pencalonan Mohammad Habibi tersebut terjungkal dari PAW ini, padahal dari PERMENDAGRI sudah jelas mengatur bahwa calon yang sudah diinginkan semua masyarakat tersebut sudah seharusnya langsung di sah kan atau langsung dilantik menjadi kepala desa antar waktu ini". cetusnya.


"Saya sebagai anggota LSM JCW bersama masyarakat akan mengawal tuntas persoalan PAW ini bahkan saya akan bersama teman-teman media juga akan melaporkan pihak-pihak yang nantinya ketahuan bermain (kongkalikong) untuk menguntungkan salah satu calon". Tambahnya.
(Nir)

No comments